Sosiologi

Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli 11

Abdul Rosad, S.Pd
12 Comments

Banyak sosiolog di Indonesia dan dunia yang telah mengemukakan pemikiran mereka tentang pengertian ini, berikut daftarnya:

Menurut Soerjono Soekanto

Dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Suatu Pengantar, kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

Menurut Wila Huky

Kelompok sosial adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi. 

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Istilah kelompok sosial diartikan sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

Menurut George Homans

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan secara timbal balik

Nah, jadi kalau ada kumpulan orang, kemudian mereka saling berinteraksi, itu udah bisa dibilang kelompok sosial ya. Contohnya keluarga, teman kelas, dll.

Terus bagaimana cara membedakan kelompok sosial dengan kelompok lainnya di kehidupan sehari-hari?

Nah, dibandingkan kelompok lainnya, kelompok-kelompok sosial sebenarnya dibentuk dari beberapa ciri-ciri. Berikut ini ciri-ciri dari kelompok sosial:

Adanya Kesadaran Bersama

Anggota-anggota harus saling berhubungan satu sama lain. Kumpulan individu yang lebih banyak tidak dapat membentuk kelompok sosial kecuali ada kesadaran timbal balik di antara mereka. 

Unsur kesadaran bersama inilah yang akhirnya dianggap sebagai fitur untuk membentuk sebuah kelompok sosial dalam masyarakat.

Kepentingan Bersama

Kelompok sebagian besar dibentuk untuk pemenuhan kepentingan tertentu. Individu yang membentuk kelompok harus memiliki satu atau lebih dari kepentingan dan cita-cita yang sama. 

Untuk mewujudkan kepentingan bersama itulah mereka bertemu. Ciri inilah yang membuat kelompok sosial selalu berasal, dimulai dan berlangsung dengan pijakan kepentingan bersama.

Adanya Rasa Kesatuan

Setiap kelompok sosial membutuhkan rasa persatuan dan rasa simpati untuk berkembangnya perasaan atau rasa memiliki. 

Para anggota kelompok sosial mengembangkan kesetiaan bersama atau perasaan simpati di antara mereka sendiri dalam segala hal karena rasa persatuan ini.

Perasaan Bersama

Perasaan kebersamaan atau we-feeling mengacu pada kecenderungan anggota untuk mengidentifikasi diri mereka dengan kelompok.

Mereka memperlakukan anggota kelompok mereka sendiri sebagai teman tetapi bisa memperlakukan anggota kelompok lain sebagai orang asing.

Mereka juga bekerja sama dengan orang-orang yang termasuk dalam kelompoknya dan semuanya melindungi kepentingan mereka secara bersama-sama. We-feeling dapat membangkitkan simpati, loyalitas dan mendorong kerja sama antar anggota.

Kesamaan Perilaku

Untuk memenuhi kepentingan bersama, anggota kelompok berperilaku dengan cara yang sama. 

Kelompok sosial dalam masyarakat mewakili perilaku kolektif yang terlihat dari perilaku para anggota dalam suatu kelompok kurang lebih serupa.

Norma Kelompok yang Dipatuhi

Setiap kelompok memiliki cita-cita dan normanya sendiri dan para anggotanya harus mengikutinya. 

Jika ada anggota yang menyimpang dari norma kelompok yang ada akan dihukum berat. Norma-norma ini mungkin dalam bentuk adat istiadat, cara-cara rakyat, adat istiadat, tradisi, hukum dll. Norma ini juga bisa tertulis atau tidak tertulis. 

Kelompok dalam masyarakat melakukan beberapa kontrol atas anggotanya melalui aturan atau norma yang berlaku.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Suatu perkumpulan bisa dikatakan sebagai kelompok sosial juga ada syaratnya lho. Para anggota harus bisa memenuhi syarat-syarat ini agar perkumpulan mereka bisa disebut sebagai kelompok sosial.

Nah, berikut ini adalah syarat kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto:

Setiap Anggota Kelompok Sadar Bahwa Mereka Tergabung dalam Suatu Kelompok.

Sebelumnya elo udah tau kalau pengertian dari kelompok ini salah satunya ada interaksi. Maksudnya, mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut sadar untuk saling berinteraksi supaya tujuan kelompok dapat tercapai. 

Contohnya suatu kelompok di sekolah. Agar elo dan anggota kelompok bisa menyelesaikan tugas dari guru dengan baik dan mendapatkan hasil sempurna, maka terdapat diskusi dan kerja sama untuk mewujudkan itu di dalam kelompok, betul? 

Lain halnya dengan mereka yang berada di halte saat menunggu bis. Mereka nggak merasa terhubung satu sama lain, tujuan mereka masing-masing, yaitu untuk menuju suatu tempat. 

Jadi, tidak ada kelompok sosial yang terjadi di sana. Tapi, kalau mereka sadar bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dan saling berinteraksi, itu bisa dikatakan sebagai kelompok tersebut.

Adanya Hubungan Timbal Balik Antar Anggota Kelompok.

Syarat yang kedua adalah antar anggota kelompok harus memiliki hubungan timbal balik supaya tujuan dapat tercapai. 

Jadi, mereka yang tergabung di dalam kelompok saling mendapatkan feedback gitu lho.

Contohnya tadi saat kerja kelompok. Supaya guru memberikan nilai sempurna untuk kelompok elo, maka elo dan anggota yang lain harus saling berdiskusi, memberikan ide-ide, dan bekerja sama. 

Kalau sama orang lain pas nunggu bis di halte dan nggak ada interaksi, maka tidak ada kelompok sosial di sana.

Adanya Faktor Pengikat Antar Anggota.

Meskipun antar anggota terdiri dari berbagai suku, karakter, dan latar belakang, tapi kelompok sosial itu selalu memiliki suatu kesamaan antar anggotanya, misalnya memiliki tujuan yang sama. 

Contohnya paguyuban, antar anggota paguyuban biasanya memiliki faktor pengikat yaitu asal daerah yang sama. 

Ada juga kelompok sosial yang terjadi antara elo dan sahabat-sahabat elo, ada kesamaan karakter di sana. Itu bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

Antar Anggota Memiliki Struktur atau Pola Perilaku yang Sama.

Suatu kelompok memiliki ciri khusus yang membuatnya berbeda dengan kelompok lainnya. Nah, struktur atau pola perilaku termasuk faktor pembeda yang cukup penting ada di dalam suatu kelompok sosial. 

Misalnya, ada peraturan di dalam kelompok, maka anggota yang tergabung dalam kelompok sosial tersebut mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kelompok tersebut. Jadi, antar anggotanya memiliki pola perilaku yang sama.

Bersistem dan Berproses.

Syarat yang terakhir adalah terbentuk dalam jangka waktu tertentu. Agar kelompok sosial tersebut terbentuk, bertahan, dan meningkat, tentu ada interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara konsisten.

Nah, untuk menjadi kelompok sosial, semua syaratnya harus terpenuhi. Jadi, nggak bisa kalau hanya ada satu yang memenuhi syarat, tapi syarat lainnya tidak terpenuhi, maka hal itu tidak bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

Abdul Rosad, S.Pd